Artikel Berita

Panen Raya Padi Kasepuhan Citorek: Merawat Padi Lokal, Memperkuat Ketahanan Pangan Masyarakat

Penulis

Admin Jagatara

Diterbitkan

01 Agustus 2026

Kategori

Kegiatan

Dilihat

56x

Penulis

Admin Jagatara

Tanggal

01/08/2026

Kategori

Kegiatan

Dilihat

56x

#Ketahanan Pangan#Jagatara Indonesia#Lebak#Banten
Panen Raya Padi Kasepuhan Citorek: Merawat Padi Lokal, Memperkuat Ketahanan Pangan Masyarakat

Lebak, Banten — Panen raya padi di Kasepuhan Citorek, Kabupaten Lebak, menjadi gambaran nyata bahwa ketahanan pangan dapat dibangun dari kekuatan masyarakat, komoditas lokal, dan pengetahuan yang diwariskan secara turun-temurun.

Masyarakat Kasepuhan Citorek hingga kini masih mempertahankan tradisi budidaya padi lokal sebagai bagian penting dari kehidupan mereka. Padi tidak hanya menjadi sumber pangan, tetapi juga memiliki keterkaitan erat dengan pengetahuan, tradisi, dan tata kehidupan masyarakat setempat.

Penelitian yang dilakukan Primadhika Al Manar (Prima) bersama timnya menemukan sekitar 26 jenis padi lokal yang dibudidayakan dan dimanfaatkan oleh masyarakat Kasepuhan Citorek. Keberagaman jenis padi lokal itu menunjukkan kekayaan sumber daya genetik tanaman pangan yang masih dijaga oleh masyarakat.

Keanekaragaman padi lokal berperan penting bagi ketahanan pangan. Setiap jenis merupakan bagian dari kekayaan genetik yang berpotensi mendukung kemampuan masyarakat dalam menghadapi perubahan lingkungan dan kebutuhan pangan di masa depan. Pada saat yang sama, keberadaan jenis-jenis itu juga mencerminkan pengetahuan lokal yang diwariskan dan dipelihara lintas generasi.

Salah satu praktik penting dalam sistem pangan masyarakat Kasepuhan Citorek adalah keberadaan leuit atau lumbung padi. Hasil panen padi disimpan di leuit masing-masing keluarga sebagai cadangan pangan. Dengan demikian, hasil panen tidak sekadar menjadi hasil pertanian, tetapi merupakan bagian dari sistem penyediaan pangan keluarga yang dikelola berdasarkan pengetahuan dan tata kehidupan masyarakat setempat.

Prima, anggota Jagatara Indonesia bidang Ketahanan Pangan sekaligus peneliti di Institut Pertanian Bogor (IPB), menilai praktik di Kasepuhan Citorek menunjukkan bahwa ketahanan pangan tidak selalu harus dibangun melalui pendekatan modern. Kekuatan masyarakat, keberagaman padi lokal, pengetahuan tradisional, serta sistem penyimpanan pangan merupakan modal penting untuk membangun sistem pangan yang tangguh dan berkelanjutan.

“Ketahanan pangan tidak hanya tentang ketersediaan pangan, tetapi juga tentang kemampuan masyarakat untuk menjaga sumber pangan, pengetahuan, dan sistem pengelolaannya secara berkelanjutan,” ujar Prima.

Panen raya di Kasepuhan Citorek dengan demikian bukan sekadar momentum memanen hasil pertanian. Lebih dari itu, kegiatan tersebut menjadi pengingat akan pentingnya menjaga keanekaragaman padi lokal, mempertahankan pengetahuan masyarakat, dan memperkuat sistem pangan berbasis masyarakat.

Di tengah berbagai tantangan sistem pangan saat ini, Kasepuhan Citorek memberi pelajaran bahwa ketahanan pangan dapat dimulai dari hal-hal yang dekat dengan keseharian: menjaga padi lokal, merawat pengetahuan leluhur, dan memastikan hasil panen tetap menjadi sumber pangan bagi keluarga dan generasi mendatang.